Blogger Widgets

Jumat, 20 April 2012

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN


BAB 4
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN

Pada jaman dahulu, agar bisa terus hidup manusia menggunakan pisau batu atau alat lain untuk memotong tanaman agar bisa dimasak lalu dimakan. Selanjutnya, setelah pola pikir mulai berkembang, mereka mulai menanam tanaman dengan cara yang masih sangat sederhana sekali. Inilah yang dinamakan dengan teknologi pertanian  yang terus berkembang
Setelah peradaban makin maju, teknologi pertanian juga terus bergerak ke depan. Dan selanjutnya, di jaman modern ini telah berubah menjadi suatu industri yang disebut dengan industri pertanian. Pelaku utama dari industri ini tentu saja para petani atau orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan dunia pertanian.


A.  Definisi Teknologi Pertanian
Teknologi merupakan segala sesuatu yang berfungsi untuk meringankan atau memebantu pekerjaan atau aktifitas manusia.
Pertanian adalah segala sesuatu yang dibuat dan dignakan untuk membantu manusia dalam pengelolaan tanaman, hewan, dan ikan serta lingkungan agar memberikan suatu produk.


B.   Sejarah Pertanian
Pertanian dimulai pada saat manusia mulai mengamati perilaku tanaman, hewan, dan ikan serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Berdasarkan sejarah perkembangannya pertanian dapat diklarifikasikan menjadi 4 golongan yaitu :

1.     Pemburu dan pengumpul
2.     Pertanian primitive
3.     Pertanian tradisional
4.   Pertanian progresif (modern)

1.   Pemburu dan Pengumpul
Manusia pertama hidup di daerah hutan tropik di sekitar laut Cina Selatan yaitu bangsa Alitik (prapaleolitik) yang merupakan kelompok manusia pengumpul makanan dan berburu serta menangkap ikan. Sebagai contohnya adalah Suku Semang, suku kubu dan sakad di semenanjung Malaya, suku Andaman dan aeta di Filiphina, suku toala di Sulawesi, suku panan di Kalimantan dan suku tasadai di mindanau selatan.
Manusia pengumpul dan pemburu bersidat nomadic (berpindah-pindah) tetapi tidaklah mengembara tanpa tujuan di dalam hutan. Setiap kelompok mempunyai wilayah tertentu antara 20-25 km2. Mereka bertempat tinggal di goa-goa atau tebing batu. Mereka juga telah banyak mengetahui jenis-jenis tanaman dan habitatnya serta kegunaannya. Pengetahuan untuk menghilangkan racun dari bahan makanan dan cara mengawetkannya juga sudah mereka kuasai. Sebagai contoh biji sebelum dimakan direndam dalam air kemudian dimasukkan ke dalam bamboo dan dibenamkan ke dalam tanah selama sebulan lebih.

2.   Pertanian Primitif
Ketika manusia pengumpul dan berburu mulai berusaha menjaga bahan makanan mereka mulai terjadi suatu mata rantai antara periode pengumpul dan berburu dengan pertanian primitive.
Orang-orang senang yang suka makan buah durian akan tinggal di dekat pohon durian untuk mencegah monyet dan binatang-binatang lain menghabiskan buah durian. Mereka juga menanam kembali batang dan sulur umbi liar yang umbinya telah mereka ambil, sehingga dapat tumbuh kembali. Tindakan ini adalah satu langkah menuju pertanian primitif.
Setelah berabad-abad lamanya wanita mendapatkan pengetahuan yang baik tentang kehidupan tumbuh-tumbuhan. Eduard han dan beberapa sarjana lainnya menganggap wanita adalah penemu cara penanaman dan penghasil bahan makanan yang pertama. Han menamai pertanian primitif sebagai Hackbau (hoe culture atau hoe tillage = pertanian pacul atau pertanian bajak). Dia menganggap pacul adalah alat kerja wanita, sedangkan bajak alat kerja pria.
Teori Han yang pertama menyatakan wanita adalah yang pertama memulai penanaman mungkin dapat diterima tetapi pendapatnya tentang perbedaan antara pertanian primitive dan pertanian yang lebih maju berdasarkan alat kerja yang digunakan apalagi dihubungkan dengan jenis kelamin tidaklah dapat diterima meskipun di beberapa daerah atau Negara banyak wanita yang bekerja sebagai petani. Perbedaan fundamental antara pertanian primitif dengan pertanian yang lebih maju adalah dalam hal penggunaan lahan. Petani-petani primitif bertani dengan cara berpindah-pindah. Sebidang tanah ditanami sekali sampai 2 kali kemudian ditinggalkan dan mereka mencari tanah baru untuk ditanami dan seterusnya. Sehingga system pertanian ini disebut huma atau lading berpindah.
3.   Pertanian Tradisional
Pada pertanian tradisional orang menerima keadaan tanah, curah hujan, dan varietas tanaman sebagaimana adanya dan sebagaimana adanya dan sebagaiman yang diberikan alam. Bantuan terhadap pertumbuhan tanaman hanya sekedar sampai tingkat tertentu seperti pengairan, penyiangan, dan melindungi tanaman dari gangguan binatang liar dengan cara yang diturunkan oleh nenek moyangnya.
Peternakan merupakan penjinakkan hewan-hewan liar untuk digunakan tenaga dan hasilnya. Sedangkan perikanan merupakan hasil penangkapan dan pemeliharaan secara sederhana serta tergantung pada kondisi alam.

4.   Pertanian Progresif (Modern)
Manusia menggunakan otaknya untuk meningkatkan penguasaanya terhadap semua yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan. Usaha pertanian merupakan usaha yang efisien, masalah-masalah pertanian dihadapi secara ilmiah melalui penelitian-penelitian, fasilitas-fasilitas irigasi dan drainase dibangun dan dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil maksimum, pemuliaan tanaman dilakukan untuk mendapatkan varietas unggul yang berproduksi tinggi, respon terhadap pemupukan, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta masak lebih cepat. Susunan makanan ternak disiapkan secara ilmiah dan dikembangkan metode berbagai macam input dilakukan secara ilmiah dan didorong motivasi ekonomi untuk mendapatkan hasil dan pendapatan yang lebih besar. Hasil pertanian dalam bentuk bulk (lumbung) diolah untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi. Cara pengawetan hasil pertanian dikembangkan untuk menghindarkan kerusakan dan mendapatkan nilai yang tinggi.
 
C.   Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk merubah sifat-sifat yang dimiliki tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia.

  1. Pengolahan Tanah Tradisional :
-       Cangkul
-       Bantuan Hewan (Kerbau)

2. Pengolahan Tanah Modern :
-       Pengolahan Tanah  Pertama (Primary tillage) : tanah dipotong kemudian diangkat terus dibalik agar sisa-sisa tanaman yang ada dipermukaan tanah dapat terbenam di dalam tanah.
-       Pengolahan tanah kedua (secondary tillage) : Dalam pengolahan tanah kedua, bongkah-bongkah tanah dan sisa-sisa tanaman terpotong pada pengolahan tanah pertama akan dihancurkan menjadi lebih halus dan sekaligus mencampurnya dengan tanah.

D.   Peralatan Pengolahan Tanah :
-       Peralatan pengolahan Tanah Pertama:
1.     Bajak Singkal
2.     Bajak Piringan
3.     Bajak Putar
4.     Bajak Pahat
5.     Bajak Tanah Bawah
-       Peralatan pengolahan tanah Kedua :
1.     Garu piringan
2.     Garu sisir
3.     Garu bergigi per
4.     Garu-garu khusus (pencacah gulma, garuh pemotong putar, penggembur tanah).

E.   Irigasi
Irigasi Merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian
·         Jenis-Jenis Irigasi:
-       Irigasi Permukaan
-       Irigasi dengan penyemprotan
-       Irigasi pompa air
-       Irigasi lokal
-       Irigasi tradisional dengan ember
-        

 F.   Alat pertanian Modern
-       Traktor  : sebagai pengolahan tanah, selain itu juga ada yang berfungsi ganda sebagai penebar benih
-       Irigasi : system irigasi saat ini sudah menggunakan pompa air untuk megairi sawah, selain itu di daerah new jersey menggunakan pesawat sederhana untuk menyirami lahan pertanian.
-       Binder, reaper, combine : mesin untuk memanen padi dengan memotong tangkai padi.


G.   Hidroponik
Hidroponik (hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang mamanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilles. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Sebagai contoh jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata, yaitu: a. Paprika b. Tomat c. Timun Jepang d. Melon e. Terong Jepang f. Selada
Selain jenis tanaman di atas, banyak lagi yang dapat dibudidayakan dengan teknik hidroponik apabila dilakukan hanya pada kegiatan hobi saja.
Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Dimanapun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut unsur hara (nutrisi), untuk kemudian bisa diserap tanamanan. Dari pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, dimana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi (hara) sebagaimana yang telah disampaikan dimuka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar